Pidie – Suasana duka masih menyelimuti Desa Paya Guci, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, setelah kepulangan jenazah Nurul Izzah (14), korban terakhir dari tragedi tenggelamnya enam santriwati di Sungai Cot Kuala, Desa Mane. Pada Minggu (24/08/25)
Sebagai bentuk empati dan kepedulian, Babinsa Koramil 16/Tangse Kodim 0102/Pidie, Serka Purnama dan Koptu Khairul Miswar, mendatangi rumah duka pada Senin malam (26/8), tak lama setelah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi oleh tim gabungan.
“Kami hadir untuk menyampaikan duka cita secara langsung kepada keluarga. Ini adalah musibah yang sangat mendalam, dan semoga keluarga diberikan ketabahan,” ujar Serka Purnama saat ditemui di lokasi.
Sebelumnya, jenazah Almarhum Nurul Izzah ditemukan sekitar 700 meter dari titik awal kejadian oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, dan masyarakat setempat, setelah dua hari pencarian intensif. Korban kemudian diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Kehadiran Babinsa di tengah keluarga korban mendapat apresiasi dari warga. Selain memberikan dukungan moril, Babinsa juga turut membantu dalam proses pemakaman dan pengamanan lingkungan sekitar rumah duka.
Dengan ditemukannya jenazah Almarhum, maka seluruh enam korban santriwati yang tenggelam dalam insiden arus deras di Sungai Cot Kuala telah berhasil dievakuasi.
Pihak TNI dan aparat desa berharap tragedi ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dalam setiap kegiatan luar ruang, khususnya yang melibatkan anak-anak dan pelajar.








