TANAH LAUT, INFO_PAS – Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari, Fani Andika, bersama pejabat struktural dan staf melakukan koordinasi lanjutan dengan PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Kegiatan (UPK) Asam-asam, Rabu (16/4), terkait rencana pemanfaatan limbah pembakaran batu bara atau Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai bahan baku pembuatan paving block dan bata ringan.
Pertemuan yang berlangsung di kantor PT PLN (Persero) UPK Asam-asam tersebut merupakan bagian dari upaya sinergi antar lembaga dalam mendukung program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan di Rutan Pelaihari.
“Kami menilai potensi FABA ini sangat strategis untuk mendukung pelatihan keterampilan warga binaan, terutama dalam bidang produksi material konstruksi berbasis daur ulang,” ujar Fani.
Sebagai langkah awal, pelaksanaan kegiatan pengolahan FABA akan dilakukan secara manual dengan tetap memperhatikan standar keamanan dan efisiensi. Sistem ini mengacu pada studi pelaksanaan yang telah diterapkan sebelumnya di Lapas Nusakambangan, yang menjadi salah satu percontohan dalam pengolahan limbah FABA di lingkungan pemasyarakatan.
Rencana kerja sama ini akan diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kalimantan Selatan dengan PT PLN (Persero) UPK Asam-asam, yang akan dilaksanakan oleh Rutan Pelaihari.
Pihak Rutan Pelaihari juga memastikan bahwa kapasitas produksi paving block dan bata ringan nantinya akan disesuaikan dengan skala kecil, relevan dengan kebutuhan dan kondisi pembinaan. Untuk tahap awal, hasil produksi akan difokuskan untuk kebutuhan internal rutan, sembari mengembangkan potensi pemasaran ke depannya.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari kontribusi kami terhadap pembangunan sosial dan pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam lingkungan pemasyarakatan. Pemanfaatan limbah FABA tidak hanya berperan dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, tetapi juga membuka peluang besar dalam peningkatan keterampilan Warga Binaan.” ujar Manajer PT PLN (Persero) UPK Asam-asam, Reo Yanuar Hadi.
Koordinasi juga akan terus dilakukan, termasuk dengan PLTU Adipala sebagai bagian dari tindak lanjut kerja sama lintas unit PLN dalam mendukung pemberdayaan narapidana di seluruh Indonesia.
Dengan program ini, Rutan Pelaihari berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembinaan narapidana melalui peningkatan keterampilan dan produktivitas, sekaligus mendukung prinsip ekonomi sirkular dan pengelolaan limbah ramah lingkungan.








