Wonreli, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wonreli menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan penting dalam upaya penanggulangan Tuberkulosis (TBC) di Indonesia. Kementerian Kesehatan RI, bekerja sama dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, menggelar kegiatan “Penemuan Kasus Tuberkulosis dengan Skrining Gejala dan Chest X-Ray serta Inisiasi Terapi Pencegahan Tuberkulosis bagi Tahanan, Anak, Narapidana, dan Anak Binaan di Rutan, LPP, Lapas, dan LPKA Indonesia Tahun 2025”, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan ini bertujuan untuk mendeteksi secara dini kasus TBC di kalangan warga binaan Lapas Wonreli. Mengingat lingkungan Lapas yang rentan terhadap penyebaran penyakit menular, skrining TBC menjadi langkah krusial untuk melindungi kesehatan warga binaan dan petugas Lapas.
Ariati W. Iwamony, Kepala Subseksi Pembinaan, menyambut baik kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari Kementerian Kesehatan. Kesehatan warga binaan adalah prioritas kami, dan kegiatan skrining TBC ini sangat membantu kami dalam mendeteksi dan mencegah penyebaran penyakit TBC di Lapas Wonreli,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, juga memberikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. “Kami sangat mendukung kegiatan skrining TBC ini. Kesehatan warga binaan adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, kita dapat melindungi warga binaan dari penyakit TBC dan menciptakan lingkungan Lapas yang lebih sehat,” tegasnya.
Kegiatan skrining TBC ini meliputi pemeriksaan gejala TBC dan pemeriksaan Chest X-Ray. Seluruh warga binaan Lapas Wonreli menjalani pemeriksaan. Bagi mereka yang terindikasi positif TBC, akan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lebih lanjut dan pemberian terapi pencegahan TBC sesuai dengan standar protokol kesehatan.
Selain kegiatan skrining, kegiatan ini juga mencakup edukasi kesehatan tentang TBC kepada warga binaan dan petugas Lapas. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran tentang gejala TBC, cara penularan, serta pentingnya pengobatan yang teratur.
Dengan deteksi dini dan pengobatan yang tepat, diharapkan TBC tidak lagi menjadi ancaman kesehatan yang serius bagi masyarakat, termasuk di lingkungan Lapas.
Kontributor : Humas Lapas Wonreli








