PELAIHARI, INFO_PAS — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melaksanakan kegiatan panen kacang tanah sebagai bagian dari program Pembinaan Kemandirian Warga Binaan di bidang pertanian. Kegiatan panen berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak 10 hingga 12 Desember 2025, bertempat di area Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Pelaihari.
Panen kacang tanah ini merupakan hasil dari proses penanaman dan perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan oleh warga binaan dengan pendampingan petugas pembinaan. Program tersebut bertujuan untuk membekali warga binaan dengan keterampilan praktis di bidang pertanian sekaligus menumbuhkan sikap disiplin dan tanggung jawab selama menjalani masa pembinaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari, Eri Triyanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pembinaan yang berorientasi pada kemandirian warga binaan.
“Melalui kegiatan pertanian seperti panen kacang tanah ini, kami ingin memberikan bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah selesai menjalani masa pidana. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung program ketahanan pangan di lingkungan rutan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, warga binaan terlibat aktif dalam seluruh tahapan panen, mulai dari pencabutan tanaman, pengumpulan hasil panen, hingga pembersihan area kebun. Dari kegiatan tersebut, total hasil panen kacang tanah yang diperoleh mencapai 180 kilogram.
Salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan panen, Anto, menjelaskan bahwa kegiatan berjalan tertib dan terarah.
“Proses panen dilakukan secara bertahap dan dibimbing oleh petugas. Kami bekerja bersama-sama mulai dari pencabutan tanaman, pengumpulan hasil panen, sampai membersihkan area kebun,” ujarnya.
Melalui kegiatan pembinaan kemandirian ini, Rutan Kelas IIB Pelaihari terus berupaya menghadirkan program pembinaan yang bermanfaat, berkelanjutan, dan mampu memberikan dampak positif bagi warga binaan.








