Pidie Jaya — Upaya percepatan pemulihan wilayah pascabanjir di Kabupaten Pidie Jaya terus dikebut. Tiga unit excavator capit bantuan Presiden Republik Indonesia hingga kini masih beroperasi intensif dalam upaya normalisasi sungai, khususnya membersihkan tumpukan glondongan kayu dan material sisa banjir antara desa Dayah Usen, dan Meunasah Mancang Kecamatan Meurah Dua, Sabtu (27/12/2025).
Keberadaan alat berat tersebut menjadi faktor kunci dalam membuka kembali alur sungai yang sebelumnya tersumbat material kayu besar dan lumpur. Hingga saat ini, hasil kerja excavator menunjukkan progres signifikan, ditandai dengan lancarnya aliran sungai dan menurunnya potensi banjir susulan di wilayah tersebut.
Dandim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menyampaikan bahwa kinerja alat berat bantuan Presiden sangat membantu percepatan penanganan pascabanjir di Pidie Jaya.
“Alhamdulillah, tiga excavator capit bantuan Presiden RI bekerja maksimal. Pembersihan glondongan kayu dan sedimentasi sungai berjalan efektif dan hasilnya sudah sangat terlihat. Ini langkah penting untuk mencegah banjir susulan dan mempercepat pemulihan wilayah,” Ungkap Dandim 0102/Pidie.
Selain pengerahan alat berat, Satgas Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) TNI Kodam Iskandar Muda yang terdiri dari personel Kodim 0102/Pidie, Yon Armed 17/RC, Yonif TP 857/GG, serta Yon Zipur 16/DA, terus berjibaku di lapangan.
Para prajurit Sanggamara tersebut terus mengobarkan semangatnya dalam misi kemanusiaan penanggulangan pasca bencana yaitu dengan melakukan pembersihan lumpur, puing-puing, dan material banjir di kawasan permukiman serta fasilitas umum yang terdampak.
Menurut Dandim 0102/Pidie, kinerja Satgas Gulbencal jajaran Kodam Iskandar Muda di wilayah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya menunjukkan sinergi dan dedikasi tinggi antar satuan.
“Personel Satgas Gulbencal TNI bekerja tanpa kenal lelah. Fokus kami tidak hanya pada sungai,tetapi juga pemulihan fasilitas umum dan rumah warga agar aktivitas masyarakat bisa segera normal kembali,” tambahnya.
Kolaborasi lintas satuan TNI jajaran Kodam Iskandar Muda yang tergabung dalam Satgas Gulbencal di wilayah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya terus menunjukkan hasil nyata. Sejumlah fasilitas umum seperti jalan desa, sekolah, masjid, meunasah, hingga rumah warga yang terdampak parah sedang dalam proses pembersihan secara bertahap.
Kehadiran TNI di tengah masyarakat dinilai tidak hanya mempercepat proses pemulihan fisik, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi warga yang terdampak bencana.
Meski demikian, tantangan di lapangan masih dihadapi, terutama faktor cuaca dan sisa material banjir di beberapa titik. Namun, Satgas Gulbencal memastikan penanganan akan terus dilakukan secara berkelanjutan hingga kondisi wilayah benar-benar pulih.
Upaya terpadu ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat serta mendorong Kabupaten Pidie Jaya bangkit kembali pascabanjir, baik dari sisi infrastruktur maupun aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.








