Jasaview.id

Pemenuhan Hak Beribadah: Malam Nisfu Sya’ban di Rutan Pelaihari Khusyuk dan Penuh Harapan

Pelaihari, INFO_PAS — Malam Nisfu Sya’ban di Rutan Kelas IIB Pelaihari pada Senin (2/2) menjadi pengingat bahwa di balik tembok rutan, warga binaan tetap mendapatkan ruang yang layak untuk menjalankan hak beribadah. Di Masjid Rutan Pelaihari, rangkaian kegiatan diawali Salat Magrib berjamaah, dilanjutkan Salat Taubat, kemudian pembacaan Surah Yasin dan doa bersama.

Doa serta pembacaan Yasin malam itu dipimpin oleh, Ridwan, salah seorang warga binaan Rutan Pelaihari. Suasana khusyuk menjadi ruang jeda bagi warga binaan untuk menata hati. Doa-doa dipanjatkan dengan harapan sederhana namun dalam: semoga diberi kekuatan untuk memperbaiki diri, menahan emosi, dan kembali menapaki hari-hari pembinaan dengan lebih tenang dan tertib.

Jasaview.id

Kasubsi Pelayanan Tahanan, M. Fahrurrazi, menilai momen Nisfu Sya’ban bukan hanya tentang kegiatan keagamaan, tetapi juga tentang membukakan ruang bagi warga binaan untuk kembali merasa “utuh” sebagai manusia yang sedang belajar berubah.

“Di sini kami ingin memastikan mereka tetap bisa beribadah dengan tenang. Kadang yang mereka butuhkan bukan banyak hal—cukup didampingi, diingatkan, lalu diberi ruang untuk menundukkan kepala dan berdoa,” tuturnya.

Menurutnya, perubahan sering kali terlihat dari hal-hal kecil yang konsisten dilakukan.

“Kalau malam ini mereka datang, duduk rapi, ikut Yasinan, saling menghormati, itu sudah langkah besar. Dari kebiasaan baik seperti inilah perlahan karakter dibangun lagi,” tambah Fahrurrazi.

Sementara itu, Ridwan, menyampaikan pesan hangat kepada rekan-rekannya usai memimpin doa.

“Saya cuma ingin kita sama-sama kuat. Jangan merasa sendirian. Semoga malam ini jadi pengingat buat kita semua—kita masih punya kesempatan untuk berubah, dan semoga nanti pulang bisa jadi orang yang lebih baik,” ungkapnya.

Melalui rangkaian ibadah dari Magrib berjamaah, Salat Taubat, hingga Yasinan dan doa bersama, Rutan Pelaihari terus menghadirkan pembinaan yang menumbuhkan harapan: hak beribadah terpenuhi, suasana tetap tertib, dan semangat memperbaiki diri terus dijaga sebagai bekal saat kembali ke keluarga dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *