PELAIHARI, INFO_PAS — Upaya mewujudkan pelayanan publik yang makin bersih, cepat, dan dapat dipercaya terus dimatangkan oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari. Bertempat di Aula Rutan Pelaihari, Selasa (3/2), dilaksanakan Assesment untuk seleksi pembentukan Tim Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026. Kegiatan dipimpin langsung Kepala Rutan Pelaihari, didampingi pejabat struktural, serta diikuti seluruh pegawai yang tergabung dalam tim dan unsur pendukung Zona Integritas.
Assesment ini menjadi langkah awal yang penting—bukan sekadar formalitas—untuk memastikan tim yang dibentuk benar-benar siap bekerja. Melalui proses pemetaan peran, penguatan komitmen, dan penajaman rencana kerja, Rutan Pelaihari ingin memastikan setiap anggota tim memahami target, indikator, serta cara kerja yang lebih terukur. Tujuannya jelas: menghadirkan layanan yang lebih tertib, transparan, dan nyaman dirasakan masyarakat, sekaligus memperkuat budaya kerja yang akuntabel di lingkungan rutan.
Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, menegaskan bahwa seleksi dan pembentukan tim adalah fondasi untuk kerja yang konsisten sepanjang tahun.
“Kita ingin tim yang bukan hanya ‘terbentuk’, tetapi benar-benar bergerak. Ke depan, setiap perbaikan harus terlihat dari cara kita melayani—lebih cepat, lebih jelas prosedurnya, dan semakin nyaman bagi masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kasubsi Pengelolaan selaku Ketua Tim ZI, M. Taufiq Saputra, memberikan arahan agar seluruh anggota tim fokus pada peran masing-masing dan menjaga kekompakan.
“Assesment ini jadi titik mulai kita menyusun langkah yang rapi. Saya minta setiap pokja disiplin pada rencana aksi, saling menguatkan, dan berani berbenah dari hal kecil—ketepatan waktu, kerapian layanan, sampai respons yang ramah. Kalau kita konsisten, hasilnya akan mengikuti,” ujarnya memberi motivasi.
Melalui kegiatan ini, Rutan Pelaihari menegaskan komitmennya untuk membangun Zona Integritas sebagai kerja bersama—dimulai dari seleksi dan pembentukan tim yang solid—agar target WBK/WBBM 2026 tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi perubahan yang nyata dan bisa dirasakan masyarakat.








