PELAIHARI, INFO_PAS — Komitmen dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan terus diperkuat oleh Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melalui partisipasi aktif dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pelaporan Data Target/Proyeksi dan Realisasi Capaian Output Tahun Anggaran 2026 pada Aplikasi SAKTI dan MyIntress.
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Lantai 2 KPPN Tipe A2 Pelaihari, Rabu (15/04), ini diikuti oleh perwakilan satuan kerja lingkup KPPN Pelaihari. Rutan Pelaihari hadir dan diwakili oleh Staf Bendahara, Dhian Karunia, sebagai bagian dari upaya memastikan proses pelaporan anggaran berjalan lebih akurat, tepat waktu, dan sesuai ketentuan.
Melalui kegiatan ini, peserta mendapatkan penguatan pemahaman terkait penyusunan data target dan proyeksi capaian output, serta mekanisme pelaporan realisasi yang terintegrasi dalam aplikasi SAKTI dan MyIntress. Hal ini menjadi penting dalam mendukung penilaian Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) serta memastikan setiap program berjalan sesuai perencanaan dan memberikan dampak nyata.
Staf Bendahara Rutan Pelaihari, Dhian Karunia, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu dalam meningkatkan pemahaman teknis pelaporan yang selama ini menjadi bagian penting dalam pengelolaan anggaran.
“Melalui bimtek ini, kami mendapatkan pemahaman yang lebih jelas terkait penyusunan target dan pelaporan capaian output di aplikasi SAKTI dan MyIntress. Ini sangat membantu kami dalam memastikan data yang disampaikan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa hasil dari kegiatan ini akan langsung diterapkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari di Rutan Pelaihari.
“Kami akan mengoptimalkan hasil pembelajaran dari kegiatan ini agar proses pelaporan keuangan di Rutan Pelaihari semakin tertib, tepat waktu, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala KPPN Pelaihari (Tipe A2), Samsudin, dalam sambutannya menekankan bahwa kualitas pelaporan menjadi kunci dalam melihat efektivitas penggunaan anggaran negara.
“Pelaporan yang baik bukan hanya soal kewajiban administratif, tetapi menjadi dasar dalam melihat sejauh mana anggaran benar-benar memberikan manfaat. Oleh karena itu, data yang disusun harus akurat, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Partisipasi Rutan Pelaihari dalam kegiatan ini merupakan bagian dari proses berkelanjutan dalam memperkuat akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan. Dengan pemahaman yang semakin baik terhadap sistem pelaporan, diharapkan setiap program yang dijalankan tidak hanya terserap secara optimal, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan.








