PELAIHARI, INFO_PAS — Merawat tanaman bukan sekadar menjaga agar tetap tumbuh, tetapi juga membutuhkan ketelatenan dan pengetahuan yang dapat menjadi bekal kemandirian. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan penyemprotan hama dan pemberian nutrisi tanaman kacang panjang di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang melibatkan Petugas Pembinaan Pertanian, M. Ridho, bersama warga binaan Amin tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian melalui sektor pertanian. Perawatan dilakukan untuk menjaga kondisi tanaman, mengantisipasi gangguan hama, serta mendukung pertumbuhan kacang panjang agar dapat berkembang secara optimal hingga masa panen.
Di kebun SAE, Ridho mendampingi Amin dalam proses penyemprotan tanaman dan pemberian nutrisi. Keduanya memperhatikan kondisi tanaman sebagai bagian dari pemeliharaan rutin, sekaligus memastikan proses perawatan dilakukan secara terarah.
Ridho mengatakan, pemeliharaan tanaman merupakan tahapan penting dalam budidaya pertanian yang membutuhkan konsistensi. Menurut dia, warga binaan perlu memahami bahwa hasil panen tidak hanya bergantung pada proses penanaman, tetapi juga pada perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Dalam pertanian, tanaman harus dirawat secara rutin agar pertumbuhannya terjaga. Melalui kegiatan ini, kami ingin warga binaan memahami cara merawat tanaman, mengenali potensi gangguan hama, dan memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman. Keterampilan seperti ini diharapkan bisa mereka manfaatkan sebagai bekal ketika kembali ke masyarakat,” ujar Ridho.
Bagi Amin, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola tanaman. Ia mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai tahapan perawatan dan pentingnya menjaga tanaman secara teratur.
“Saya senang bisa ikut merawat kacang panjang di kebun SAE. Di sini saya belajar bahwa menanam itu tidak cukup hanya menunggu tanaman tumbuh, tetapi juga harus rajin merawat, memperhatikan kondisi tanaman, dan memberikan nutrisi. Semoga ilmu yang saya dapatkan bisa berguna setelah saya kembali ke masyarakat,” kata Amin.
Perhatian terhadap pembinaan pertanian ini sejalan dengan arahan Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, dalam mendorong kegiatan produktif yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Pemanfaatan lahan SAE menjadi salah satu upaya untuk mengembangkan keterampilan kerja sekaligus mendukung program kemandirian pangan di lingkungan pemasyarakatan.
Melalui kegiatan tersebut, pembinaan pertanian tidak hanya diarahkan pada hasil panen, tetapi juga pada proses pembelajaran yang dijalani warga binaan. Mulai dari pengenalan teknik perawatan hingga pemantauan pertumbuhan tanaman, setiap tahapan menjadi kesempatan untuk membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan keterampilan praktis.
Rutan Pelaihari terus mengembangkan pemanfaatan kebun SAE sebagai ruang pembelajaran produktif. Dengan pendampingan petugas dan keterlibatan aktif warga binaan, kegiatan pertanian diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan yang berguna untuk membangun kemandirian setelah mereka kembali ke tengah masyarakat.








