PELAIHARI, INFO_PAS — Menanam bukan akhir dari proses. Di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Kelas IIB Pelaihari, tanaman kacang panjang terus dirawat secara rutin oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bersama petugas. Penyiraman dan pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga pertumbuhan tanaman hingga masa panen.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari aktivitas pertanian yang terus berjalan di SAE. Penyiraman dilakukan dengan menyesuaikan kondisi tanah dan cuaca, disertai pemantauan terhadap kondisi tanaman untuk memastikan pertumbuhannya tetap terjaga.
Petugas Pembinaan Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, mengatakan keberhasilan budidaya tidak hanya ditentukan saat penanaman, tetapi juga dari konsistensi dalam merawat tanaman.
“Tanaman harus terus diperhatikan. Penyiraman, pemantauan dan perawatan dilakukan berulang karena setiap tahap pertumbuhan membutuhkan perhatian. Dari sini WBP belajar bahwa merawat sesuatu sampai menghasilkan membutuhkan kesabaran dan konsistensi,” ujar Ridho.
Hal tersebut juga dirasakan Amin, salah seorang WBP yang terlibat dalam kegiatan pertanian di SAE. Menurutnya, perawatan tanaman menjadi kegiatan yang mengajarkan tanggung jawab karena kondisi tanaman harus diperhatikan secara rutin.
“Kalau tanaman sudah ditanam, harus terus dirawat. Kami rutin menyiram dan melihat kondisinya supaya tahu kalau ada yang perlu diperbaiki. Senang juga melihat tanaman yang kami rawat tumbuh semakin baik,” ujar Amin.
Bagi WBP, kegiatan pertanian menjadi pengalaman langsung untuk memahami proses budidaya dari waktu ke waktu. Rutinitas tersebut sekaligus melatih kedisiplinan, ketelitian dan tanggung jawab dalam menyelesaikan pekerjaan.
Kacang panjang menjadi salah satu tanaman yang dikembangkan di SAE sebagai bagian dari pemanfaatan lahan produktif. Perawatan yang dilakukan secara konsisten diharapkan menjaga tanaman tetap tumbuh baik sekaligus mendukung hasil pertanian yang bermanfaat.
Rutan Pelaihari terus mempertahankan aktivitas pertanian di SAE sebagai bagian dari pembinaan kemandirian. Dari kegiatan yang dilakukan secara berulang dan konsisten, WBP dibiasakan mengenal proses kerja yang membutuhkan ketekunan hingga menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.








