Pidie – Upaya kreatif dan menyentuh terus dilakukan oleh Babinsa Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie dalam mensosialisasikan rekrutmen prajurit TNI AD tahun 2025. Tak hanya di sekolah atau instansi formal, Babinsa Serda T. Mulyadi dan Serda Irfan turun langsung ke pasar rakyat Keude Tiro, Kabupaten Pidie, untuk membagikan selebaran informasi penerimaan Secaba dan Secata PK.Sabtu (24/5/2025),
Ditemui di sela kegiatan, Serda T. Mulyadi menjelaskan bahwa pendekatan langsung kepada masyarakat merupakan cara paling efektif untuk memastikan informasi sampai ke tangan yang tepat.
“Kami tidak ingin ada masyarakat, terutama para pemuda, yang melewatkan kesempatan ini hanya karena kurang informasi. Maka kami datang langsung ke pasar, sekolah, warung kopi, hingga menempelkan brosur di tempat umum,” ujarnya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi komunikasi yang lebih humanis dan terbuka dalam proses rekrutmen TNI. Dalam konteks daerah seperti Pidie, di mana banyak potensi pemuda dari latar belakang sederhana, kehadiran Babinsa menjadi jembatan informasi yang tak tergantikan.
Selain menyasar pelajar, mereka juga berdialog dengan warga yang ingin tahu lebih jauh tentang syarat dan proses pendaftaran. Hal ini sekaligus membantah persepsi bahwa masuk TNI hanya untuk “orang dalam dan butuh biaya besar” atau butuh jalur khusus.
Di era digital, maraknya penipuan berkedok rekrutmen TNI menjadi ancaman tersendiri bagi masyarakat. Oleh sebab itu, edukasi langsung di lapangan bukan hanya menyebarkan brosur, tapi juga meluruskan informasi yang simpang siur.
“Kami tekankan, seluruh proses rekrutmen TNI tidak dipungut biaya. Jika ada yang meminta uang, itu pasti bukan dari kami,dan segera dilaporkan dan akan di amabil tindakan tegas ” tegas Serda Irfan.
Inisiatif ini disambut positif oleh warga. Rahmat (18), salah satu pelajar SMA di Keude Tiro, mengaku baru mengetahui informasi lengkap tentang jalur Secata dan Secaba dari brosur tersebut.
“Dulu saya kira susah sekali masuk TNI, tapi sekarang jadi lebih yakin. Apalagi katanya gratis dan terbuka untuk siapa saja,” ujar Rahmat.
Sosialisasi semacam ini dinilai sebagai bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, tidak hanya dalam konteks keamanan, tetapi juga sebagai agen perubahan sosial. Pendekatan yang komunikatif, persuasif, dan langsung menyasar sasaran, menunjukkan bahwa TNI AD bertransformasi menjadi institusi yang inklusif dan transparan.
Kodim 0102/Pidie berharap, langkah ini mampu meningkatkan partisipasi pemuda dari wilayah pedesaan dan daerah terpencil yang selama ini kurang terjangkau informasi resmi. Dengan demikian, regenerasi prajurit ke depan benar-benar lahir dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.








