Pidie – Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional dan mempercepat musim tanam padi, Babinsa Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie, Sertu KM. Lase, melakukan pendampingan terhadap petani dalam kegiatan tanam padi di lahan milik Zakaria, warga Desa Rabôh, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Minggu (22/06/2025).
Pendampingan tersebut turut melibatkan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tiro/Truseb, Nurhasanah, sebagai bentuk sinergi antara TNI dan instansi pertanian untuk meningkatkan produktivitas pertanian rakyat.
“Kehadiran kami sebagai Babinsa bukan hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal hingga ke tingkat desa,” ujar Sertu KM. Lase saat ditemui di lokasi tanam padi.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi percepatan musim tanam di wilayah Pidie, menyusul masuknya periode tanam yang harus dikejar agar tidak terganggu oleh pola cuaca yang semakin tidak menentu.
PPL Nurhasanah menjelaskan bahwa kolaborasi dengan TNI AD sangat membantu mempercepat proses budidaya pertanian di lapangan, terutama dalam mendorong semangat petani dan mengatasi kendala tenaga kerja.
“Dengan bantuan Babinsa, petani merasa lebih semangat dan terbantu, apalagi saat ini kami kejar waktu agar masa tanam sesuai dengan prediksi hujan,” terang Nurhasanah.
Zakaria, pemilik lahan, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa dan PPL di sawahnya. Menurutnya, perhatian langsung dari aparat TNI dan petugas penyuluh membuat petani merasa tidak sendirian dalam menghadapi tantangan pertanian.
“Kami merasa didampingi dan diperhatikan. Ini membuat kami lebih yakin untuk terus menanam, meski kondisi kadang tak menentu,” ujar Zakaria.
Danramil 15/Tiro Kapten. CZi Jufri, menyatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam sektor pertanian adalah mandat langsung dari komando atas sebagai bagian dari ketahanan nasional berbasis desa.
“Ketahanan pangan adalah pondasi pertahanan negara. Kami akan terus memperkuat peran Babinsa sebagai penggerak pembangunan pertanian di wilayah binaan,” tegasnya.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa peran Babinsa tidak sebatas pengamanan, tetapi juga bagian dari motor penggerak pembangunan desa melalui pendekatan teritorial yang humanis dan solutif.








