Jasaview.id

Cegah Konflik Air Irigasi, Babinsa Koramil 15/Tiro Fasilitasi Pembagian Jadwal Pengairan Sawah di Pidie

Pidie – Guna mencegah potensi konflik antarwarga akibat krisis air irigasi, Babinsa Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie, Serda Irfan, turun langsung mendampingi proses penertiban jadwal pembukaan dan penutupan pintu air irigasi di Desa Pulo Geulumpang, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, pada Senin (16/06/2023).

Langkah ini dilakukan menyusul menurunnya debit air sungai yang menjadi sumber utama irigasi pertanian di kawasan tersebut. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terjadinya gesekan sosial antarpetani dari desa-desa sekitar yang harus berbagi jatah air secara bergiliran.

Jasaview.id

Serda Irfan menegaskan bahwa kehadirannya sebagai Babinsa bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga menjembatani komunikasi antara warga yang berkepentingan.

“Saya hadir untuk memberikan pengamanan sekaligus menjadi penengah dalam proses pembagian air. Dengan adanya jadwal bergilir, warga dari masing-masing desa bisa saling memahami dan tidak saling menyalahkan. Ini penting untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat,” ujar Serda Irfan.

Situasi krisis air ini berdampak langsung terhadap petani di Desa Glumpang Baro, yang terpaksa harus meminta izin terlebih dahulu kepada aparat Desa Pulo Geulumpang setiap kali hendak membuka pintu air irigasi. Hal ini dilakukan demi menjaga ketertiban dan menghindari kesalahpahaman.

“Kami menyadari debit air sangat terbatas. Karena itu, kami warga Glumpang Baro harus berkoordinasi dengan Pak Geuchik Gazali di Desa Pulo Geulumpang. Ini bukan hanya soal teknis, tapi demi ketenangan bersama,” ungkap Budi, salah satu perwakilan petani Glumpang Baro.

Sementara itu, Geuchik Gazali menyatakan bahwa pihaknya terbuka untuk diskusi dan musyawarah demi mencari solusi terbaik bagi seluruh warga yang terdampak kekeringan ini. Ia juga mengapresiasi kehadiran Babinsa yang aktif dalam mengawal ketertiban dan menjadi jembatan komunikasi antarwarga.

Kegiatan penertiban jadwal irigasi ini menjadi bukti pentingnya kehadiran aparat teritorial dalam meredam potensi konflik horizontal di tengah masyarakat, terutama dalam situasi krisis sumber daya seperti saat ini. Sinergi antara warga, perangkat desa, dan TNI menjadi kunci menjaga stabilitas sosial dan menjamin kelangsungan aktivitas pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat Tiro.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *