Pidie Jaya — Komandan Kodim (Dandim) 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., memantau secara langsung pelaksanaan pembersihan infrastruktur dan fasilitas umum yang terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Peninjauan dilakukan di Kecamatan Meureudu dan Kecamatan Meurah Dua, Selasa (27/01/2026),.
Langkah ini sebagai bagian dari upaya percepatan penanggulangan dan pemulihan wilayah terdampak pasca bencana hidrometeorologi khususnya yang terjadi di wilayah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya
Dalam pemantauannya, Dandim memastikan kegiatan pembersihan berjalan efektif dan terkoordinasi, khususnya pada akses-akses vital masyarakat. Sasaran kegiatan meliputi jalan lintas utama, lorong menuju permukiman warga, akses ke tempat ibadah, sarana pendidikan, kantor pelayanan publik, normalisasi drainase di sepanjang ruas jalan, termasuk normalisa sungai.
Letkol Inf Abdul Hadi menjelaskan bahwa personel yang tergabung dalam Satgas Gulbencal TNI yang bekerja dilapangan dari berbagai satuan, antara lain Kodim 0102/Pidie, Yonif TP 836/BY, Yonif TP 857/GG, Yon Armed 17/RC, dan Yon Zipur 16/DA. Kegiatan tersebut juga didukung sejumlah alat berat TNI AD berupa excavator, buldozer, dump truck, serta armada pemadam kebakaran.
“Seluruh personel dan peralatan kita kerahkan secara maksimal. Dari hasil pemantauan di lapangan, progres pembersihan menunjukkan perkembangan yang signifikan, terutama pada ,pemberihan ruas jalan utama, pembukaan akses ke permukiman dan penggalian drainase ” ujar Dandim.
Selain pembersihan infrastruktur, Satgas Gulbencal TNI turut berkolaborasi dengan relawan PT Artha Graha Peduli membersihkan fasilitas pendidikan PAUD Arfia di Desa Dayah Kruet, Kecamatan Meurah Dua. Pembersihan difokuskan pada lumpur di halaman sekolah dan sarana permainan anak-anak agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal.
Di lokasi, alat berat TNI AD terus beroperasi membersihkan ruas jalan dan melakukan penggalian drainase. Material tanah dan lumpur hasil pengerukan diangkut menggunakan dump truck ke lokasi penampungan yang telah ditentukan guna menjaga kebersihan lingkungan serta keselamatan pengguna jalan.
Sementara itu, di Desa Pante Berne, Kecamatan Meureudu, personel Satgas Gulbencal TNI bersama jajaran Polri dari Polres Pidie Jaya melaksanakan pembersihan balai pengajian desa setempat sebagai bentuk pemulihan fasilitas sosial dan keagamaan warga.
Sinergi lintas sektor antara TNI, Polri, pemerintah daerah, serta unsur relawan, diharapkan proses pemulihan pasca bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya dapat berlangsung lebih cepat, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat terdampak.








