Pidie Jaya — Dalam upaya mempercepat penanganan dan pemulihan pasca bencana banjir dan longsor,Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos.,Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi, M.A., S.Sos., M.E., serta Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, S.H., S.I.K., M.H. turun langsung ke lapangan meninjau proses normalisasi sungai di perbatasan Gampong Meunasah Mancang dan Gampong Meunasah Lhok, Kecamatan Meurah Dua, Minggu (21/12/2025).
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait dalam mempercepat pemulihan wilayah terdampak bencana.Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah percepatan normalisasi aliran sungai yang tersumbat material kayu dan lumpur.
Dalam kegiatan tersebut, tiga unit Excavator Capit merek SANY bantuan Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto mulai dioperasikan, ditambah sejumlah alat berat lainnya yang dikerahkan ke lokasi.
Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi menjelaskan, ketiga unit excavator capit bantuan Presiden RI tersebut dioperasikan oleh personel TNI dari Yon Zipur 16/DA dan didukung Satgas Penanggulangan Bencana (Gulbencal) Kodim 0102/Pidie.
“Mulai hari ini tiga unit excavator bantuan Presiden RI sudah kita operasionalkan penuh. Normalisasi sungai ini menjadi prioritas utama untuk mencegah terjadinya banjir berulang serta melindungi permukiman dan infrastruktur masyarakat,” tegasnya.
Menurut Letkol Inf Abdul Hadi, percepatan pengerjaan sangat diperlukan mengingat kondisi sungai yang mengalami pendangkalan cukup parah. Dengan sinergi lintas sektor dan dukungan alat berat yang memadai, diharapkan fungsi sungai dapat segera kembali normal.
“TNI siap mendukung penuh terhadap langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah.Baik dari aspek pengamanan, pengawasan, serta kelancaran pelaksanaan kegiatan di lapangan” tegas Dandim 0102/Pidie
Sinergi antara TNI,pemerintah daerah dan lintas sektor lainnya dinilai menjadi kunci utama dalam memaksimalkan upaya penanganan pasca bencana. Selain pemulihan alur sungai, sejumlah infrastruktur yang terdampak juga ditargetkan dapat segera ditangani secara cepat dan efisien.
Bupati Pidie Jaya H. Sibral Malasyi menyampaikan bahwa normalisasi sungai merupakan langkah strategis yang tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga berkelanjutan.
“Pemerintah tidak hanya hadir saat bencana terjadi. Kami memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan risiko bencana ke depan dapat ditekan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan excavator dari Presiden RI sangat krusial dalam mempercepat pembersihan sedimentasi, pelebaran alur sungai, serta penguatan tebing sungai di wilayah rawan banjir. Seluruh alat berat dipastikan bekerja secara optimal demi kepentingan masyarakat.
Melalui percepatan normalisasi sungai ini, Forkopimda Kabupaten Pidie Jaya menegaskan keseriusannya dalam melindungi masyarakat, memulihkan wilayah terdampak bencana, serta membangun sistem penanggulangan bencana yang lebih tangguh dan berkelanjutan ke depan.








