Pidie – Upaya pelestarian satwa dilindungi kembali mendapat sorotan positif. Pada Jumat (tanggal bisa disesuaikan), Babinsa Koramil 16/Tangse Kodim 0102/Pidie, Koptu Khairul Miswar, bersama tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) yang didampingi oleh Yayasan Ekosistem Lestari Jantho serta mitra pengelola ekosistem, melaksanakan operasi evakuasi seekor Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di Desa Krueng Meriam, Dusun Alue Lhok, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh.
Operasi evakuasi ini dilakukan menyusul laporan masyarakat setempat yang mengkhawatirkan potensi konflik antara warga dengan satwa liar tersebut. Menurut Koptu Khairul Miswar, langkah cepat dilakukan demi menjamin keselamatan satwa dan menghindari kerugian di pihak warga.
“Evakuasi ini adalah bentuk nyata dari sinergi antara aparat TNI dan lembaga pelestarian lingkungan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah konflik satwa-manusia,” ujar Khairul.
Lebih lanjut, tujuan utama pemantauan dan evakuasi ini untuk
Mengamankan dan menyelamatkan Orangutan Sumatera dari kemungkinan konflik dengan warga, yang bisa berujung pada cidera, baik bagi manusia maupun satwa.Kemudian dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap orangutan oleh pihak BKSDA sebelum dikembalikan ke habitat alaminya yang lebih aman dan mendukung keberlangsungan hidupnya.
“ini juga bagian dari upaya melindungi kelestarian ekosistem, khususnya populasi Orangutan Sumatera yang masuk dalam kategori satwa sangat terancam punah (critically endangered) menurut IUCN” tambah Babinsa
Menurut pihak Yayasan Ekosistem Lestari, Drh.Rosa Y. keberadaan orangutan di kawasan pemukiman sering kali disebabkan oleh alih fungsi hutan, perambahan liar, dan minimnya jalur hijau sebagai koridor satwa. Oleh karena itu, evakuasi ini juga menjadi peringatan akan pentingnya pengelolaan kawasan hutan secara berkelanjutan.
Langkah yang diambil di Tangse ini menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan bukan hanya tanggung jawab lembaga konservasi semata, tetapi membutuhkan peran aktif dari aparat keamanan, masyarakat, dan organisasi lingkungan. Ke depan, kegiatan edukasi dan patroli kawasan diharapkan lebih intensif dilakukan untuk mencegah konflik serupa.
“Kerja sama seperti ini harus menjadi model nasional. Pelestarian satwa bukan hanya soal menyelamatkan hewan, tapi juga soal melindungi hak generasi mendatang atas alam yang sehat,” ungkap Muklisin ketua Team dari BKSDA Aceh yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Orangutan yang berhasil dievakuasi dilaporkan dalam kondisi stabil dan saat ini dalam pengawasan tim medis sebelum direlokasi ke kawasan konservasi yang telah ditentukan.








