Pidie — Dalam rangka menyambut dan meriahkan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, kolaborasi solid antara TNI dan Polri kembali terlihat seperti yang di laksanakan oleh Babinsa Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie, Koptu Rinto Harahap, bersama Bhabinkamtibmas Polsek Tiro, Brigadir Eddy, menyambangi rumah-rumah warga di Desa Lhok Igeuh, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Sabtu (02/08/2025).
Aksi Babinsa dan Bhabinkamtibmas tersebut tidak sekadar patroli dan berkunjung, tapi juga memberikan himbauan langsung dan edukasi tentang pentingnya memasang bendera Merah Putih di depan rumah maupun fasilitas umum sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan simbol semangat nasionalisme.
“Kemerdekaan ini adalah hasil dari perjuangan panjang. Salah satu cara sederhana namun bermakna untuk mengenangnya adalah dengan mengibarkan bendera Merah Putih, terutama menjelang tanggal 17 Agustus,” jelas Koptu Rinto Harahap kepada warga.
Dalam kegiatan yang dilakukan secara door to door, mereka juga memastikan bahwa masyarakat memahami nilai-nilai yang terkandung dalam peringatan Hari Kemerdekaan. Tidak hanya menekankan kewajiban formal, tetapi juga mendorong munculnya kesadaran dari hati untuk menghargai kemerdekaan.
Brigadir Eddy menambahkan bahwa kehadiran mereka di tengah masyarakat adalah bentuk nyata sinergitas antara TNI dan Polri dalam membina wilayah serta menjaga semangat kebangsaan.
“Kita ingin agar pemasangan bendera tidak sekadar ikut-ikutan. Tapi benar-benar dimaknai sebagai rasa syukur dan penghormatan atas perjuangan para pendahulu kita,” katanya.
Warga pun menyambut baik pendekatan ini. Ramllan (55), seorang ibu rumah tangga di desa tersebut, merasa senang karena aparat turun langsung mengingatkan secara santun dan memberi pemahaman yang menyentuh hati.
“Kalau cuma tempel pengumuman di balai desa, kadang kami tak sempat baca. Tapi kalau begini langsung disapa dan dijelaskan, jadi lebih terasa pentingnya,” ujarnya.
Kegiatan semacam ini menjadi pengingat bahwa semangat kemerdekaan tidak boleh redup, justru harus terus dijaga dan diwariskan secara aktif ke generasi berikutnya. Bukan sekadar tradisi tahunan, namun bentuk nyata cinta tanah air yang terus hidup di tengah masyarakat.








