Jasaview.id

Komsos:Babinsa Koramil 15/Tiro Tekankan Pentingnya Musyawarah dalam Penyelesaian Masalah Warga

Pidie – Dalam rangka memperkuat hubungan dengan masyarakat dan menciptakan suasana aman serta harmonis di desa binaan, Babinsa Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie, Serda T. Mulyadi, melaksanakan kegiatan komunikasi sosial (komsos) bersama warga di Gampong Meunasah Pulo Mesjid, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Sabtu (13/09/2025).

Dalam pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban itu, Serda T. Mulyadi mengajak masyarakat untuk lebih mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan yang muncul di tengah kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tradisi musyawarah adalah kearifan lokal yang perlu terus dijaga sebagai bagian dari budaya gotong royong dan persatuan.

Jasaview.id

“Kita ingin agar setiap masalah yang timbul di masyarakat bisa diselesaikan dengan kepala dingin, tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan. Musyawarah adalah jalan terbaik untuk menjaga kerukunan,” tegas Serda T. Mulyadi.

Kegiatan komsos tersebut juga dihadiri oleh tokoh masyarakat, pemuda, serta aparatur gampong. Dalam kesempatan itu, warga menyampaikan beberapa persoalan yang kerap muncul, mulai dari perbedaan pendapat dalam pengelolaan kegiatan desa hingga persoalan kecil antarwarga. Semua sepakat bahwa jalur musyawarah harus menjadi prioritas utama.

Salah satu tokoh masyarakat, Fakhrudin, mengapresiasi langkah Babinsa yang aktif mendampingi dan memberikan arahan kepada warga. “Kami merasa terbantu dengan kehadiran Babinsa yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberi nasihat agar masyarakat hidup rukun. Ini penting untuk menjaga persaudaraan di desa,” ujarnya.

Komandan Koramil 15/Tiro, Kapten Inf. [nama Danramil bila ada], menegaskan bahwa komunikasi sosial merupakan salah satu tugas utama Babinsa dalam membina wilayah. “Babinsa tidak hanya hadir di bidang pertanian atau keamanan, tetapi juga ikut membantu menjaga stabilitas sosial masyarakat. Musyawarah adalah kunci agar konflik tidak berkembang menjadi perpecahan,” jelasnya.

Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan tercipta desa yang lebih kondusif, penuh kekeluargaan, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Aceh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *