Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru panen 15 kilogram selada hidroponik di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1, Selasa (27/1). Panen dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, bersama jajaran pejabat struktural.
Kegiatan panen ini merupakan bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada aspek kemandirian pangan melalui sektor pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan pemanfaatan lahan idle.
Selada yang dipanen dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik dan dirawat secara mandiri oleh Warga Binaan. Program ini menjadi sarana pembinaan keterampilan pertanian yang aplikatif, produktif, dan berkelanjutan.
I Made Supartana menegaskan bahwa pembinaan pertanian memiliki nilai strategis dalam proses Pemasyarakatan. “Program hidroponik ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal hidup setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Hasil panen selada tersebut selanjutnya dipasarkan melalui Fresh Market Labaru yang berada di area kunjungan Warga Binaan. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga menjadi motivasi bagi Warga Binaan untuk aktif mengikuti program pembinaan kemandirian.
Salah satu Warga Binaan, Karyadi, mengaku senang terlibat langsung dalam proses perawatan hingga panen. “Alhamdulillah, kami bisa belajar menanam sampai panen. Hasilnya juga bisa menambah uang saku,” ungkapnya.
Melalui program pertanian hidroponik ini, Lapas Banjarbaru berharap pembinaan kemandirian dapat terus berkelanjutan, mendukung ketahanan pangan, serta menjadi bekal keterampilan produktif bagi Warga Binaan dalam proses reintegrasi sosial.








