Pidie – Komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan tak hanya berhenti di musim tanam dan panen. Pasca panen pun, peran aktif Babinsa terus berlanjut. Kamis (19/06/2025), Babinsa Koramil 16/Tangse Kodim 0102/Pidie, Peltu M. Yaden, melaksanakan sosialisasi penggunaan Solar Dryer Dome (SDD) kepada warga desa, khususnya ibu Masyitah, di Desa Pulo Mesjid II, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie.Kamis (19/06/2025).
Solar Dryer Dome merupakan teknologi pengeringan modern berbasis energi matahari yang dirancang untuk mempercepat proses pengeringan gabah secara higienis dan efisien. Inovasi ini sangat penting untuk mengurangi potensi kehilangan hasil panen akibat penjemuran konvensional yang tergantung pada cuaca.
Peltu M. Yaden menuturkan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar para petani memahami pentingnya pengelolaan hasil panen secara baik agar nilai jualnya tetap tinggi.
“Banyak petani yang belum tahu manfaat rumah SDD. Dengan teknologi ini, gabah bisa kering lebih cepat, bersih, dan tidak terkena hujan. Ini sangat membantu dalam menjaga kualitas dan harga jual,” jelasnya.
Masyitah, salah satu petani penerima sosialisasi, mengaku antusias dan berharap penggunaan rumah SDD bisa diterapkan secara lebih luas di desa mereka.
“Biasanya kami jemur pakai tikar di tanah atau di jalan, kalau hujan ya gabah rusak. Kalau ada alat ini, tentu sangat membantu,” ujarnya
Babinsa Serma Yaden menambahakan bahwa sosialisasi dan pendampingan pasca panen merupakan bagian dari strategi TNI dalam memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya mendampingi saat tanam, tetapi juga memastikan hasil panen petani bisa disimpan dan dijual dalam kondisi terbaik. Ini juga bagian dari edukasi teknologi tepat guna” tegasnya.
Dengan pendampingan seperti ini, harapan untuk mendorong transformasi pertanian tradisional menuju pertanian modern berbasis teknologi kian nyata. Dari desa-desa di Pidie, langkah kecil menuju kemandirian pangan nasional mulai digerakkan—bersama rakyat, oleh TNI.








