Papua, 07 September 2025 – Di tengah tugas menjaga kedaulatan negara di wilayah perbatasan, Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile Yonif 733/Masariku menunjukkan sisi humanisnya dengan memborong hasil tani dari masyarakat Kampung Mumugu, Distrik Krepkuri, Kabupaten Nduga, Papua. Aksi ini bukan hanya sekadar transaksi jual beli, tetapi juga wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta upaya membangkitkan perekonomian lokal.
Komandan Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, menjelaskan bahwa kegiatan ini berawal dari keprihatinan terhadap hasil panen masyarakat yang melimpah namun kesulitan dalam pemasaran. “Kami melihat potensi hasil tani di Mumugu sangat bagus, tetapi masyarakat sering kesulitan menjualnya karena akses yang terbatas. Oleh karena itu, kami berinisiatif untuk membeli langsung hasil tani mereka,” ujarnya.

Hasil tani yang dibeli meliputi berbagai jenis sayuran, buah-buahan, dan umbi-umbian. Selain untuk memenuhi kebutuhan logistik Satgas, sebagian hasil tani juga dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini, dapat membantu meningkatkan pendapatan masyarakat Mumugu dan memberikan semangat untuk terus bertani. Ini juga menjadi wujud nyata kehadiran TNI di tengah-tengah masyarakat, bukan hanya sebagai penjaga perbatasan, tetapi juga sebagai bagian dari solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat,” tambah Dansatgas.
Kepala Kampung Mumugu, Bapak Emanuel Emma, menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian dan bantuan yang diberikan oleh Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku. “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak-bapak TNI yang telah membeli hasil tani kami. Ini sangat membantu perekonomian kami. Semoga kebaikan Bapak-bapak TNI dibalas oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tuturnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilakukan untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah perbatasan.








