PELAIHARI, INFO_PAS — Komitmen pembinaan tidak berhenti hanya karena kalender menunjukkan hari libur. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari tetap melaksanakan program pembinaan kepribadian bidang keagamaan melalui Pendidikan Al-Qur’an bagi warga binaan perempuan, Jumat (16/1/2026) pukul 10.00 WITA s.d. selesai, bertempat di Aula Rutan Kelas IIB Pelaihari. Kegiatan rutin ini menjadi ruang belajar sekaligus penguatan spiritual agar warga binaan terus bertumbuh menuju pribadi yang lebih baik.
Pembelajaran difokuskan pada membaca dan menulis huruf hijaiyah sebagai pondasi utama bagi peserta untuk semakin lancar membaca Al-Qur’an. Dengan pendampingan petugas serta dukungan peserta magang, kegiatan berlangsung tertib dan penuh antusiasme. Suasana belajar dibuat sederhana namun bermakna—setiap peserta dibimbing dari dasar, bertahap, dan konsisten.
Kegiatan kali ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H, bulan yang dikenal sebagai salah satu momen penting dalam sejarah Islam, termasuk peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Pada kesempatan tersebut, peserta juga menerima penguatan nilai ibadah, khususnya tentang makna Isra’ Mi’raj sebagai pengingat untuk menjaga shalat, memperbanyak doa, serta memperbaiki diri—sejalan dengan pembinaan yang sedang dijalani.
Selain itu, warga binaan turut mendapatkan pengetahuan tentang amalan Jumat akhir di bulan Rajab, sebagai pengingat untuk memanfaatkan momentum bulan mulia dengan meningkatkan ibadah, introspeksi, dan memperkuat harapan baru.
Salah satu peserta magang yang ikut memberikan pembinaan, Alfiani Sekar, menekankan bahwa belajar Al-Qur’an adalah proses yang harus dibangun dengan kebiasaan, dimulai dari hal paling dasar.
“Belajar membaca Al-Qur’an itu langkah awal yang sangat penting. Walaupun dimulai dari huruf hijaiyah, proses ini melatih kesabaran dan disiplin. Kalau kita terus belajar sedikit demi sedikit, insyaAllah akan bisa membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan itu menjadi bekal besar untuk memperbaiki diri,” ujar Alfiani Sekar.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Murni, salah satu warga binaan perempuan, mengaku merasakan manfaat yang besar dari pembelajaran dan penguatan ibadah yang diberikan.
“Saya merasa kegiatan ini sangat berharga. Saya jadi lebih paham cara membaca dan menulis huruf hijaiyah dengan benar, dan juga mendapat pengetahuan tentang amalan Jumat akhir Rajab. Buat saya ini bukan sekadar belajar, tapi jadi pengingat untuk lebih dekat kepada Allah dan memperbaiki diri,” ungkap Murni.
Melalui pelaksanaan pembinaan yang tetap berjalan meski di hari libur, Rutan Kelas IIB Pelaihari menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang konsisten, bermakna, dan berkelanjutan—mendorong warga binaan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, memperkuat iman dan akhlak, serta menumbuhkan semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.








