Jasaview.id

Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku Hadirkan Cinta dan Harapan Lewat Program “Masariku Peduli Gizi” di Tanah Papua

Papua, 11 November 2025 — Di tengah hijaunya pepohonan dan suara riang anak-anak di SD Rimba YPPK Yan Smith Mumugu 2, tampak sekelompok prajurit berseragam loreng sibuk menata piring-piring berisi makanan bergizi. Aroma nasi hangat dan lauk pauk bergizi memenuhi udara pagi itu. Mereka bukan sekadar tentara penjaga perbatasan, tetapi juga sosok saudara yang membawa kepedulian dan kasih, inilah Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku dengan program andalan mereka, “Masariku Peduli Gizi.”

Program ini lahir dari kepedulian terhadap kondisi anak-anak di wilayah pedalaman yang masih terbatas akses terhadap asupan gizi seimbang. Melalui tangan-tangan penuh keikhlasan, para prajurit menyiapkan dan membagikan menu bergizi lengkap kepada para siswa, bukan hanya untuk mengenyangkan, tapi juga menumbuhkan semangat dan harapan baru.

Jasaview.id

Dansatgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku, Letkol Inf Julius Jongen Matakena, menjelaskan bahwa kegiatan ini bukan semata-mata tugas tambahan, melainkan panggilan hati untuk berbagi.

“Kami ingin mereka tumbuh sehat dan kuat, agar bisa menggapai masa depan yang cerah. Anak-anak ini adalah penerus bangsa. Kalau kita bisa membuat mereka tersenyum hari ini, itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” ujarnya dengan tulus.

Kehadiran Satgas disambut hangat oleh para guru dan siswa. Anak-anak terlihat bahagia saat menikmati makanan bergizi, sementara para guru menatap haru melihat wajah-wajah kecil yang biasanya tampak lesu, kini penuh tawa dan semangat.

“Terima kasih kepada Satgas Masariku. Anak-anak kami jarang merasakan makanan seperti ini. Kehadiran mereka membawa semangat baru, bukan hanya bagi anak-anak tapi juga bagi kami para guru,” tutur Bapak Yosep, salah satu guru di sekolah tersebut.

Program “Masariku Peduli Gizi” bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan wujud nyata cinta dan pengabdian prajurit kepada rakyat. Di balik langkah tegap dan seragam loreng mereka, tersimpan hati yang lembut dan niat tulus untuk menebar kebaikan.

Melalui sentuhan kemanusiaan ini, Satgas Pamtas Mobile Yonif 733/Masariku ingin menunjukkan bahwa menjaga perbatasan bukan hanya soal keamanan, tetapi juga tentang menjaga kehidupan — tentang memastikan setiap anak Papua punya kesempatan yang sama untuk tumbuh sehat, bersekolah, dan bermimpi besar untuk masa depan bangsanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *