Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru terima studi tiru tim Zona Integritas (ZI) Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Barabai sebagai upaya guna meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) Tahun 2025, Rabu (26/11). Kegiatan ini dilaksanakan untuk berbagi strategi, mekanisme, serta implementasi inovasi layanan yang telah diterapkan di Lapas Banjarbaru.
Tim ZI Rutan Barabai yang hadir berjumlah tujuh orang dipimpin oleh Kepala Subseksi Pengelolaan Rutan Barabai, Nor Ipansyah. Kedatangan rombongan disambut oleh Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, Ketua ZI dan jajaran di Aula Lapas Banjarbaru.
Dalam sambutannya, Made menyampaikan dasar pelaksanaan Zona Integritas, standar pelayanan publik, serta langkah teknis pengelolaan layanan berbasis akuntabilitas, transparansi, dan teknologi informasi. “Kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antar satuan kerja pemasyarakatan dan memberikan inspirasi untuk peningkatan kualitas layanan. Kami terbuka untuk berbagi praktik baik dan semoga menjadi kontribusi nyata terhadap pembangunan Zona Integritas di lingkungan pemasyarakatan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Subseksi Pengelolaan Rutan Barabai, Nor Ipansyah menyampaikan apresiasi atas penyambutan dan kesempatan studi tiru tersebut. “Kami mendapatkan banyak hal baru, baik dari pemaparan maupun peninjauan langsung. Harapan kami, ilmu dan praktik baik di Lapas Banjarbaru dapat kami terapkan dan sesuaikan dengan kondisi di Rutan Barabai dalam rangka penguatan pembangunan Zona Integritas,” ungkapnya.
Dalam studi tiru tersebut, tim ZI Rutan Barabai berkesempatan meninjau sejumlah fasilitas pelayanan dan pembinaan Lapas Banjarbaru, mulai dari Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) untuk melihat langsung program pembinaan kemandirian warga binaan bidang pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan.
Kemudian, tim rombongan juga meninjau dapur sehat dan klinik pratama Lapas Banjarbaru untuk melihat standar kebersihan, mekanisme pengawasan makanan, dan layanan kesehatan bagi Warga Binaan. Seluruh kunjungan dilakukan dengan pendampingan tim serta penjelasan terkait sistem pengendalian mutu layanan operasional sesuai standar pemasyarakatan yang berlaku.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Lapas Banjarbaru berharap terciptanya kerja sama yang berkelanjutan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung transformasi pelayanan pemasyarakatan yang profesional, transparan, dan berintegritas.








