Pidie – Keprihatinan terhadap maraknya kasus perundungan di kalangan pelajar mendorong Babinsa Koramil 17/Geumpang Kodim 0102/Pidie, Koptu Ikrafiddin, untuk menjalin komunikasi sosial (Komsos) bersama tenaga pendidik di SMA Negeri 1 Geumpang, Desa Bangkeh, Kecamatan Geumpang, Kabupaten Pidie, Kamis (22/5/2025).
Dalam pertemuan yang berlangsung penuh keakraban tersebut, Koptu Ikrafiddin menegaskan bahwa dunia pendidikan harus menjadi tanggung jawab kolektif, mulai dari pemerintah daerah hingga ke lingkungan keluarga. Ia menyoroti tingginya angka perundungan yang terjadi di sekolah, yang menurutnya menjadi ancaman serius bagi kesehatan mental dan perkembangan karakter generasi muda.
“Perundungan bukan sekadar masalah sepele. Ini persoalan yang mengganggu tumbuh kembang anak dan bisa meninggalkan trauma jangka panjang. Sekolah harus jadi ruang aman dan nyaman bagi pelajar, bukan sebaliknya,” ujar Koptu Ikrafiddin.
Ia juga mengajak pihak sekolah untuk lebih intens dalam menciptakan kegiatan positif yang mampu menumbuhkan rasa solidaritas antar siswa serta memperkuat pendidikan karakter. Menurutnya, ikatan emosional yang sehat antar pelajar bisa menjadi tameng kuat terhadap perilaku negatif.
Kepala SMA Negeri 1 Geumpang, Agus Salim, S.Pd., menyambut baik inisiatif dari Babinsa. Ia menekankan bahwa memajukan dunia pendidikan tidak bisa hanya diserahkan kepada guru semata. Perlu dukungan dari berbagai pihak, termasuk TNI, yang dinilainya telah berperan aktif dalam memberikan motivasi dan masukan untuk membentuk karakter pelajar yang unggul.
“Perhatian dari Babinsa sangat berarti bagi kami. Ini menunjukkan bahwa TNI bukan hanya penjaga wilayah, tapi juga mitra strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia di daerah,” ujar Agus.
Sinergi antara TNI dan dunia pendidikan seperti yang ditunjukkan di Geumpang menjadi contoh nyata bahwa pendekatan kolaboratif mampu menjawab tantangan sosial, khususnya dalam mencegah krisis moral di kalangan generasi muda.








