Pidie Jaya – Tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) TNI bergerak cepat mengevakuasi warga terdampak banjir setelah Sungai Meureudu kembali meluap akibat hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pidie Jaya sejak sore hingga malam hari, Selasa (24/12/2025).
Luapan sungai Meureudu mengakibatkan air masuk ke sejumlah perkampungan dan merendam rumah warga di Kecamatan Meurah Dua.Kondisi tersebut memicu respons cepat dari Tim Gulbencal TNI yang terdiri dari personel Kodim 0102/Pidie, Armed 17/RC, serta Yonif TP 857/GG.
Hujan berintensitas tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga. Sejumlah desa di Kecamatan Meurah Dua kembali terdampak banjir. Menyikapi situasi ini, Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., langsung mengerahkan puluhan personel ke titik-titik rawan banjir.
Prajurit TNI diterjunkan untuk melakukan evakuasi warga, membantu penyelamatan barang-barang penting, mengamankan lokasi terdampak, serta memantau perkembangan debit air sungai guna mengantisipasi banjir susulan.
“Hujan deras terjadi sejak sore hingga malam hari sehingga air sungai kembali meluap ke permukiman masyarakat. Puluhan prajurit langsung kami kerahkan ke lokasi rawan untuk membantu evakuasi warga dan mencegah jatuhnya korban,” ujar Dandim 0102/Pidie.
Ia menjelaskan, kewaspadaan perlu terus ditingkatkan mengingat sebagian warga sebelumnya telah kembali ke rumah masing-masing setelah sempat mengungsi. Kondisi ini dinilai berisiko apabila banjir kembali terjadi secara tiba-tiba.
Selain melakukan evakuasi, Dandim 0102/Pidie juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca yang belum stabil. Potensi hujan pada sore hingga malam hari masih cukup tinggi dan berpeluang memicu banjir susulan.
“Kami mengimbau masyarakat, khususnya yang telah kembali dari pengungsian maupun yang masih bertahan di rumah, agar selalu waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Jika kondisi berubah sewaktu-waktu, segera lakukan evakuasi demi keselamatan,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, berdasarkan laporan Babinsa yang terus memantau kondisi di lapangan, air Sungai Meureudu telah kembalinsurut. Namun demikian, masih terdapat genangan air di beberapa lokasi permukiman dan ruas jalan desa.
TNI bersama aparat dan relawan Resque terus melakukan pemantauan di desa-desa yang berada di sekitar aliran Sungai Meureudu serta memberikan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, sementara pendataan kerugian material masih terus dilakukan.








