Jasaview.id

162 Warga Binaan Lapas Banjarbaru Jalani Deteksi Dini TB, HIV, dan Hepatitis

Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru melaksanakan kegiatan deteksi dini Tuberkulosis (TB), Human Immunodeficiency Virus (HIV), dan Hepatitis bagi Warga Binaan, Rabu, (8/4). Kegiatan ini merupakan upaya Lapas Banjarbaru dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi Warga Binaan melalui kerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarbaru dan Puskesmas Rawat Inap Cempaka Kota Banjarbaru yang dilaksanakan di Klinik Pratama Lapas.

Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan tim medis dari Dinkes Kota Banjarbaru dan Puskesmas Rawat Inap Cempaka. Pemeriksaan dilakukan melalui layanan Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mobile sebagai langkah deteksi dini penyakit menular di lingkungan Lapas.

Jasaview.id

Sebanyak 162 Warga Binaan mengikuti pemeriksaan dalam kegiatan tersebut. Lapas Banjarbaru memfasilitasi penuh jalannya kegiatan sebagai bentuk komitmen dalam menjaga kesehatan serta mencegah penyebaran penyakit menular di dalam lingkungan pemasyarakatan.

Kegiatan ini juga mendapat perhatian dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Komisi IX, Hj. Mariana, serta Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Selatan, Isnawan, yang hadir meninjau langsung pelaksanaan kegiatan.

Kepala Subseksi Perawatan Lapas Banjarbaru, Dedy Safitri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Lapas dalam memberikan layanan kesehatan bagi Warga Binaan. “Melalui kegiatan ini, kami memastikan Warga Binaan mendapatkan pemeriksaan kesehatan secara berkala guna mendeteksi potensi penyakit sejak dini,” ujarnya.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Banjarbaru, Dr Siti Ningsih, menegaskan pentingnya deteksi dini dalam upaya pencegahan penyakit menular. “Deteksi dini menjadi langkah awal yang sangat penting agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat,” jelasnya.

Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan dan Kepatuhan Internal, Isnawan, menyampaikan bahwa sinergi antara Lapas dan instansi kesehatan harus terus diperkuat. “Kolaborasi ini menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi Warga Binaan di lingkungan pemasyarakatan,” tegasnya.

Anggota DPR RI Komisi IX, Hj. Mariana, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang difasilitasi oleh Lapas Banjarbaru. “Kegiatan ini menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kesehatan Warga Binaan dan diharapkan dapat terus berkelanjutan,” sebutnya. Kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar serta diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan Warga Binaan di Lapas Banjarbaru.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *