Jasaview.id

Panen Kacang Tanah di Kebun SAE, Bukti Nyata Rutan Pelaihari Dukung Kemandirian Pangan

Panen Kacang Tanah di Kebun SAE, Bukti Nyata Rutan Pelaihari Dukung Kemandirian Pangan

PELAIHARI, INFO_PAS — Menghadirkan pembinaan yang berdampak nyata terus dilakukan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari. Salah satunya melalui kegiatan panen kacang tanah di Kebun SAE yang menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus dukungan terhadap program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui sektor pertanian.

Jasaview.id

Kegiatan panen dilaksanakan pada Selasa, 21 April 2026, dipimpin langsung oleh Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, bersama jajaran pejabat struktural, petugas, serta warga binaan yang mengikuti program pembinaan. Proses panen tidak berhenti pada hari pertama, namun terus dilanjutkan oleh warga binaan hingga Kamis, 23 April 2026.

Berlokasi di Kebun SAE Rutan Pelaihari, kegiatan ini menjadi gambaran nyata bagaimana proses pembinaan tidak hanya bersifat teori, tetapi benar-benar dijalankan secara berkelanjutan. Warga binaan terlibat langsung mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen, sehingga mampu memahami siklus pertanian secara utuh.

Dari hasil kerja bersama tersebut, panen kacang tanah kali ini mencapai sekitar 300 kilogram. Hasil ini tidak hanya menjadi capaian produksi, tetapi juga menunjukkan konsistensi pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan di dalam rutan.

Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen menghadirkan pembinaan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.

“Program pertanian di Kebun SAE ini bukan hanya soal hasil panen, tetapi bagaimana kami menyiapkan warga binaan memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan setelah mereka kembali ke masyarakat. Ini juga menjadi bagian dari dukungan kami terhadap program ketahanan pangan, dengan memanfaatkan lahan yang ada secara produktif,” ujar Eri.

Ia juga menambahkan bahwa pembinaan kemandirian akan terus diperkuat dengan berbagai inovasi agar mampu memberikan dampak lebih luas, baik bagi warga binaan maupun lingkungan sekitar.

Sementara itu, salah satu warga binaan yang mengikuti kegiatan, Mahmud, mengaku mendapatkan pengalaman berharga selama mengikuti pembinaan pertanian tersebut.

“Selama ikut kegiatan ini, saya jadi belajar langsung cara bertani dari awal sampai panen. Ini pengalaman yang sangat bermanfaat, karena ke depan saya punya bekal untuk memulai usaha sendiri setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Rutan Pelaihari menunjukkan bahwa pembinaan kemandirian bukan sekadar program, melainkan proses nyata yang dijalankan secara konsisten. Tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga membangun harapan dan keterampilan bagi warga binaan untuk kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *