PELAIHARI, INFO_PAS — Menjaga kesehatan di lingkungan pemasyarakatan terus diperkuat. Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari bekerja sama dengan Puskesmas Angsau menggelar kegiatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM), Rabu (22/04), di Klinik Pratama Rutan Pelaihari.
Kegiatan ini menyasar pegawai dan warga binaan sebagai bagian dari langkah preventif dan promotif, sekaligus deteksi dini terhadap risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes. Sejak pagi, peserta mengikuti rangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara sistematis melalui mekanisme lima meja, mulai dari registrasi, wawancara riwayat kesehatan, pengukuran antropometri, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, hingga edukasi kesehatan dan rencana tindak lanjut.
Sebanyak 62 peserta yang terdiri dari 33 pegawai dan 29 warga binaan mengikuti kegiatan ini. Dari hasil pemeriksaan, teridentifikasi beberapa kondisi kesehatan, di antaranya hipertensi, hiperglikemi, serta kombinasi keduanya, yang kemudian langsung ditindaklanjuti dengan edukasi dan arahan medis oleh tim kesehatan.
Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pemeriksaan rutin, tetapi bagian dari upaya membangun kesadaran kesehatan secara menyeluruh di lingkungan rutan.
“Melalui Posbindu PTM ini, kami ingin memastikan bahwa deteksi dini terhadap risiko penyakit dapat dilakukan secara berkala. Ini penting, bukan hanya untuk menjaga kondisi kesehatan pegawai, tetapi juga warga binaan agar tetap dalam kondisi yang memungkinkan untuk mengikuti program pembinaan dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan ini juga dirasakan memberikan manfaat langsung. Salah satu pegawai Rutan Pelaihari, Nuridzati, mengaku terbantu dengan adanya pemeriksaan yang dilakukan secara menyeluruh.
“Dengan adanya kegiatan ini, kami jadi lebih tahu kondisi kesehatan sendiri. Tadi juga dijelaskan langsung oleh petugas tentang pola hidup yang perlu diperbaiki, jadi tidak hanya diperiksa tapi juga diberikan pemahaman,” ungkapnya.
Sementara itu, Dokter Umum Puskesmas Angsau, Dr. Gracce, menjelaskan bahwa Posbindu PTM merupakan pendekatan berbasis deteksi dini yang melibatkan peran aktif peserta.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menemukan faktor risiko sejak awal, sehingga bisa segera dilakukan intervensi. Harapannya, peserta tidak menunggu sakit terlebih dahulu, tetapi sudah mulai melakukan pencegahan melalui perubahan gaya hidup dan pemantauan rutin,” jelasnya.
Seluruh hasil pemeriksaan dalam kegiatan ini selanjutnya akan dilaporkan dan diinput ke dalam sistem database PTM Kementerian Kesehatan sebagai bagian dari pemantauan berkelanjutan. Dengan adanya kegiatan ini, Rutan Pelaihari terus berupaya menghadirkan lingkungan yang lebih sehat sekaligus mendukung keberlangsungan program pembinaan yang optimal bagi warga binaan.








