Ampana – Kegiatan Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan (PIPAS) yang dirangkaikan dengan pameran hasil karya Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan klien pemasyarakatan se-Sulawesi Tengah berlangsung di Lapas Ampana. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkenalkan hasil pembinaan kepada masyarakat, pada Sabtu (3/10).
Dalam pameran tersebut, seluruh hasil karya klien Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu ludes terjual. Capaian ini menunjukkan potensi ekonomi dari keterampilan klien sekaligus menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan kemandirian.
Kepala Bapas Kelas I Palu, M. Nur Amin, mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan klien pemasyarakatan.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi klien untuk menunjukkan potensi dan keterampilan mereka kepada masyarakat. Hasil karya yang ludes terjual menjadi motivasi untuk terus mendorong kemandirian klien agar mampu menghasilkan karya bernilai ekonomi dan berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ketua PIPAS Bapas Palu, Suhriah M. Nur Amin, turut menekankan pentingnya dukungan terhadap kreativitas dan proses pembinaan klien pemasyarakatan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap kepedulian terhadap warga binaan dan klien pemasyarakatan semakin kuat. Pameran ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kreativitas mereka sekaligus dorongan untuk terus berkarya dan membangun masa depan yang lebih baik,” tuturnya.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, juga menekankan pentingnya pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan kemandirian.
“Pameran ini menunjukkan bahwa pembinaan pemasyarakatan dapat menghasilkan karya produktif yang bernilai ekonomi. Kami berharap hasil karya warga binaan dan klien pemasyarakatan semakin dikenal, sehingga terbuka peluang pemasaran yang lebih luas dan kesempatan untuk kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pembinaan pemasyarakatan dapat membuka peluang bagi klien untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kemandirian, dan mempersiapkan diri kembali ke tengah masyarakat.
Bapas Palu — Membimbing, Memberdayakan, dan Membuka Kesempatan Kedua.
HUMAS BAPAS PALU








