PELAIHARI, INFO_PAS — Satu per satu rambut dirapikan, mesin cukur digunakan dengan teliti, dan hasil potongan diperiksa kembali. Aktivitas sederhana di barbershop Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari menjadi bagian dari proses Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) mengasah keterampilan pangkas rambut, Sabtu (3/10/2026).
Kegiatan berlangsung melalui praktik langsung. WBP yang terlibat tidak hanya belajar menghasilkan potongan yang rapi, tetapi juga memahami tahapan pelayanan, mulai dari menyiapkan peralatan, memperhatikan model yang diinginkan, melakukan pemotongan, hingga membersihkan kembali peralatan setelah digunakan.
Barbershop menjadi salah satu ruang pembinaan kemandirian yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Keterampilan memangkas rambut dapat terus diasah melalui praktik, sekaligus melatih ketelitian, kesabaran, kebersihan, komunikasi, dan tanggung jawab terhadap hasil pekerjaan.
Petugas pendamping kegiatan, Dimas Aulia Ramadhan, mengatakan keterampilan pangkas rambut memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi bekal ketika WBP kembali ke masyarakat.
“Yang penting bukan hanya rambutnya menjadi rapi, tetapi WBP juga belajar proses di balik pelayanan itu. Mereka harus teliti, menjaga kebersihan, memahami kebutuhan orang yang dilayani, dan bertanggung jawab terhadap hasilnya. Keterampilan seperti ini bisa terus dikembangkan setelah mereka kembali ke masyarakat,” ujar Dimas.
Menurutnya, semakin sering mendapatkan kesempatan praktik, WBP dapat semakin memahami teknik pangkas rambut sekaligus membangun kepercayaan diri. Pengalaman melayani secara langsung juga memberikan gambaran bahwa sebuah keterampilan membutuhkan ketekunan agar dapat menghasilkan pekerjaan yang baik.
Bagi WBP, barbershop menjadi tempat untuk mengisi waktu dengan aktivitas yang produktif sekaligus mengembangkan kemampuan yang memiliki nilai guna. Keahlian tersebut dapat menjadi salah satu pilihan yang dikembangkan secara mandiri setelah mereka kembali ke lingkungan masyarakat.
Rutan Pelaihari terus memberikan ruang bagi WBP untuk mengembangkan minat dan keterampilan melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin. Dari sebuah gunting dan mesin cukur, mereka belajar bahwa keterampilan yang diasah dengan tekun dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian di masa depan.








