Pidie – Upaya mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani terus dilakukan melalui pendekatan komunikasi sosial (komsos) di wilayah pedesaan. Salahsatunya dilakukan Babinsa dari Koramil 03/Delima, Sertu Syukri, yang melaksanakan dialog langsung dengan petani di Desa Geudong Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Minggu (22/02/2026).
Dalam kegiatan komsos tersebut, Babinsa menjalin komunikasi dua arah dengan petani guna membahas permasalahan yang dihadapi di lapangan, khususnya terkait penyakit yang menyerang tanaman padi.
Petani menyampaikan berbagai kendala yang mereka alami, mulai dari gejala serangan hama hingga penurunan kualitas pertumbuhan tanaman.
Menanggapi hal tersebut, Sertu Syukri memberikan penjelasan mengenai langkah-langkah dasar penanganan penyakit padi, seperti pemantauan rutin kondisi tanaman, menjaga kebersihan lahan, serta penggunaan metode pengendalian yang tepat sesuai jenis serangan.
Ia juga mengingatkan pentingnya deteksi dini agar penyebaran penyakit tidak meluas dan menyebabkan gagal panen.
Menurutnya, komunikasi langsung dengan petani menjadi sarana penting untuk memahami kondisi riil pertanian sekaligus memberikan pendampingan praktis yang dapat segera diterapkan di lapangan.
Kegiatan ini tidak hanya bersifat penyuluhan satu arah, tetapi juga menjadi forum diskusi terbuka.
Para petani memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berbagi pengalaman, termasuk metode yang selama ini mereka gunakan dalam merawat tanaman padi serta kendala yang masih sulit diatasi.
Beberapa petani menyambut baik kehadiran Babinsa karena dinilai membantu memperluas wawasan serta memberikan motivasi dalam menjaga produktivitas lahan.
Mereka berharap komunikasi seperti ini dapat dilakukan secara rutin, terutama pada musim tanam dan saat muncul gejala serangan penyakit tanaman.
Hal ini menjadi catatan penting, mengingat keberhasilan pengendalian hama dan penyakit tanaman umumnya membutuhkan sinergi antara petani, pemerintah desa, penyuluh pertanian, dan unsur pendukung lainnya.
Kegiatan komsos ini menunjukkan bahwa peran Babinsa tidak hanya berkaitan dengan pembinaan wilayah dari sisi keamanan, tetapi juga mendukung sektor produktif masyarakat, termasuk pertanian.
Pendekatan komunikasi langsung dinilai efektif untuk menyerap aspirasi, memberikan edukasi, sekaligus memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Melalui komunikasi yang berkelanjutan dan kolaborasi berbagai pihak, diharapkan petani mampu mengelola lahan secara lebih optimal, mengurangi risiko serangan penyakit tanaman, serta meningkatkan hasil panen secara berkelanjutan.








