PELAIHARI, INFO_PAS — Tiga warga binaan kelas 12 Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari mengikuti try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) dalam rangkaian pendidikan kesetaraan yang berlangsung pada 3–8 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Tanah Laut) sebagai bagian dari persiapan peserta menghadapi evaluasi akademik.
Pelaksanaan try out menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengukur pemahaman terhadap materi yang telah dipelajari selama mengikuti program pendidikan kesetaraan. Tidak hanya menguji kemampuan menjawab soal, kegiatan ini juga melatih konsentrasi, ketelitian, pengelolaan waktu, serta kesiapan peserta menghadapi proses evaluasi secara lebih terstruktur.
Pada pelaksanaan hari ini, kegiatan berlangsung dengan pengawasan Imam, pengawas dari pihak SPNF. Kehadiran pengawas menjadi bagian dari proses pelaksanaan evaluasi agar peserta dapat mengerjakan soal secara tertib sekaligus mengikuti mekanisme yang telah ditetapkan dalam rangkaian try out.
Rangkaian yang berlangsung selama enam hari tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengikuti evaluasi secara bertahap. Setiap tahapan menjadi ruang untuk melihat kemampuan yang telah dikuasai sekaligus mengenali bagian pembelajaran yang masih membutuhkan penguatan sebelum memasuki tahapan pendidikan berikutnya.
Bagi tiga peserta kelas 12, kegiatan ini menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan mereka. Setelah melalui proses pembelajaran, try out memberikan pengalaman untuk menghadapi evaluasi akademik dalam situasi yang lebih menyerupai pelaksanaan tes, sehingga peserta dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik.
Kolaborasi dengan SPNF SKB Tanah Laut juga memberikan jalur pembelajaran yang lebih terarah bagi warga binaan. Melalui pendidikan kesetaraan, peserta tetap memperoleh kesempatan untuk mengikuti proses pendidikan sesuai jenjang yang ditempuh, termasuk menyelesaikan pendidikan hingga kelas 12.
“Kami melihat kegiatan ini bukan hanya sebagai pelaksanaan try out, tetapi sebagai bagian dari proses pembinaan melalui pendidikan. Kami berharap tiga warga binaan yang mengikuti kegiatan dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga hasil belajar yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk melanjutkan kehidupan setelah kembali ke masyarakat,” ujar M. Taufiq Saputra, selaku Plh. Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Pelaihari.
Enam hari rangkaian try out, tiga peserta kelas 12, dan satu kesempatan untuk mengukur kemampuan menjadi bagian dari perjalanan pendidikan warga binaan. Dari lembar soal yang dikerjakan, ada proses yang lebih besar: belajar menghadapi tantangan, mengenali kemampuan diri, dan menyelesaikan jenjang pendidikan sebagai bekal untuk menata langkah ketika kembali ke tengah masyarakat.








