Jasaview.id

Progres Terus Berkembang, Pengerjaan Jembatan Gantung Garuda Lhok Sandeng Masuk Tahap Struktur Utama

Pidie Jaya — Pembangunan Jembatan Gantung Garuda yang menghubungkan Desa Lhok Sandeng dengan Dusun Lhok Pinueng, Kecamatan Meurah Dua,kabupaten Pidie Jaya terus menunjukkan percepatan progres di lapangan.Senin (09/02/2026)

Satgas Gulbencal TNI dari Kodim 0102/Pidie bersama Yonif TP 836/BY dan tim Vertical Rescue Indonesia (VRI) saat ini telah menuntaskan sebagian besar pekerjaan struktur dasar dan memasuki tahap penguatan konstruksi utama.

Jasaview.id

Hingga hari ini, progres pembangunan tercatat telah mencapai sekitar 65 persen. Pekerjaan di sisi tepi dekat telah menyelesaikan pembuatan dan penimbunan tiang gapura utama, termasuk pemasangan serta pengikatan batu deadman sebagai penahan struktur jembatan. Tahapan ini menjadi fondasi penting sebelum pemasangan rangka gantung dilakukan.

Sementara di sisi seberang yang berada di Dusun Lhok Pinueng, pengerjaan difokuskan pada penggalian lubang pondasi serta pengangkutan material batu kali untuk memperkuat dasar konstruksi. Untuk mempercepat pekerjaan di medan yang cukup berat, satu unit excavator dikerahkan guna membantu proses penggalian dan penimbunan material.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menegaskan bahwa percepatan progres tetap berjalan dengan pengawasan ketat terhadap faktor keselamatan kerja dan standar teknis konstruksi.

“Hingga saat ini progres terus berkembang. Seluruh material utama sudah didorong ke lokasi sehingga pengerjaan bisa berjalan berkelanjutan. Kami tetap mengutamakan keamanan personel dan kualitas konstruksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, target pengerjaan difokuskan pada penyelesaian struktur pondasi dan penguatan gapura sebagai tahapan krusial sebelum pemasangan komponen jembatan berikutnya.

Ketua Tim VRI, Dadan, menjelaskan bahwa secara teknis pembangunan berjalan stabil tanpa hambatan material. Tantangan terbesar berasal dari faktor cuaca, mengingat lokasi berada di wilayah perbukitan yang kerap diguyur hujan pada sore hari.

“Secara teknis semua berjalan lancar. Personel di lapangan tetap solid dan kompak. Meski cuaca kadang menghambat waktu kerja, progres tetap kami jaga agar pembangunan sesuai target,” katanya.

Baca juga: Babinsa Koramil 03/Delima Bersama Warga Gotong Royong Bangun Drainase di Desa Dayah Reubee Pidie – Upaya meningkatkan kualitas infrastruktur desa sekaligus memperkuat kebersamaan dengan masyarakat terus dilakukan oleh aparat kewilayahan. Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 03/Delima Kodim 0102/Pidie, Sertu Syukri, yang turun langsung melaksanakan kegiatan karya bakti bersama warga di Desa Dayah Reubee, Kecamatan Delima, Kabupaten Pidie, Sabtu (25/04/2026). Kegiatan gotong royong tersebut difokuskan pada pembangunan saluran drainase di sepanjang jalan desa. Pembangunan ini bertujuan untuk memperlancar aliran air, terutama saat musim hujan, guna mencegah terjadinya genangan maupun kerusakan badan jalan yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Sertu Syukri mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan karya bakti merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, sekaligus wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, pembangunan drainase ini sangat penting untuk mendukung kenyamanan dan keselamatan warga dalam beraktivitas sehari-hari. “Melalui gotong royong ini, kita tidak hanya membangun fasilitas desa, tetapi juga mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga,” ujarnya di sela kegiatan. Warga Desa Dayah Reubee menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka terlihat antusias dan turut berpartisipasi aktif dalam proses pengerjaan, mulai dari penggalian hingga penyusunan material drainase. Salah seorang warga menyampaikan apresiasi atas kepedulian Babinsa yang selalu hadir di tengah masyarakat. “Kami sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa. Selain memberi semangat, beliau juga ikut bekerja bersama kami,” ungkapnya. Kegiatan ini juga dinilai sebagai bentuk sinergi antara aparat dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Selain memperbaiki infrastruktur, gotong royong tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan dan fasilitas umum. Dengan adanya pembangunan drainase ini, diharapkan aliran air di sepanjang jalan desa menjadi lebih tertata, sehingga mampu mengurangi risiko banjir kecil serta meningkatkan kualitas jalan bagi pengguna.

Dengan capaian progres yang terus meningkat, pengerjaan Jembatan Gantung Garuda kini memasuki fase penting yang menentukan percepatan tahap akhir pembangunan. Kehadiran jembatan ini diharapkan segera dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur penghubung utama aktivitas pertanian dan mobilitas warga setempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *