PELAIHARI, INFO_PAS — Pemanfaatan lahan menjadi bagian penting dalam mendorong kemandirian pangan sekaligus membuka ruang pembinaan keterampilan bagi warga binaan. Hal tersebut diterapkan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melalui kegiatan perawatan tanaman sawi di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Senin (5/10/2026).
Kegiatan dilakukan melalui penyiraman tanaman sawi oleh Petugas Pembinaan Pertanian M. Ridho bersama warga binaan Amin. Penyiraman menjadi salah satu tahapan perawatan yang dilakukan secara rutin untuk menjaga kebutuhan air tanaman sekaligus memastikan proses pertumbuhan berlangsung dengan baik.
Di balik aktivitas sederhana tersebut terdapat proses pembelajaran yang menuntut ketelitian dan konsistensi. Warga binaan dilibatkan secara langsung dalam perawatan tanaman sehingga dapat mengenal tahapan dasar budidaya hortikultura, mulai dari memperhatikan kondisi tanaman hingga menjaga kebutuhan airnya.
“Merawat tanaman harus sabar dan rutin. Dari sini kami belajar bahwa kalau ingin mendapatkan hasil yang baik, prosesnya harus dilakukan dengan sungguh-sungguh dan tidak bisa hanya sekali-sekali,” ujar Amin.
Kegiatan pertanian di Kebun SAE juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan lahan Rutan agar memiliki nilai produktif. Penguatan kemandirian pangan melalui program pertanian dan hortikultura merupakan salah satu arah pembinaan Pemasyarakatan dengan mendorong pemanfaatan lahan yang tersedia di Lapas dan Rutan.
Petugas Pembinaan Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, mengatakan perawatan tanaman dilakukan dengan memperhatikan kebutuhan masing-masing tanaman. Menurutnya, konsistensi dalam pemeliharaan menjadi salah satu faktor penting agar tanaman dapat berkembang hingga memasuki masa panen.
“Penyiraman memang terlihat sederhana, tetapi merupakan bagian dari perawatan yang penting. Kami juga mengajarkan warga binaan untuk mengenali kondisi tanaman dan melakukan perawatan secara rutin,” kata Ridho.
Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan baik, tetapi juga memberikan pengalaman kerja yang nyata. Aktivitas pertanian menjadi sarana untuk membangun kebiasaan disiplin, ketekunan, serta keterampilan yang dapat terus dikembangkan selama mengikuti program pembinaan.
Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari, Eri Triyanto, turut memberikan perhatian terhadap pengembangan pembinaan kemandirian melalui pemanfaatan lahan produktif. Arah tersebut menjadi bagian dari upaya menjadikan kegiatan pertanian tidak berhenti pada aktivitas rutin, tetapi berkembang sebagai proses pembelajaran dan pemberdayaan warga binaan.
Dari penyiraman hingga masa panen, setiap tahapan di Kebun SAE menjadi bagian dari proses pembinaan yang menempatkan warga binaan sebagai pelaku kegiatan. Dengan perawatan yang dilakukan secara berkelanjutan, lahan Rutan Pelaihari diharapkan terus memberikan manfaat sebagai ruang belajar sekaligus mendukung penguatan kemandirian pangan Pemasyarakatan.








