PELAIHARI, INFO_PAS — Ruang belajar tidak selalu berbentuk kelas dan pendidikan tidak mengenal batas tempat. Semangat tersebut terlihat saat warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari mengikuti simulasi atau try out Tes Kemampuan Akademik (TKA) di aula tengah Rutan, Senin (5/10/2026), sebagai bagian dari upaya mendukung keberlanjutan pendidikan selama menjalani masa pembinaan.
Kegiatan diselenggarakan melalui kerja sama Rutan Pelaihari dengan Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF), seperti Sanggar Kegiatan Belajar (SKB), dalam mendukung program pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Kehadiran program tersebut memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk tetap memperoleh akses pendidikan sesuai jenjang yang diikuti.
Simulasi TKA menjadi sarana bagi peserta untuk mengukur kesiapan akademik sebelum menghadapi tahapan evaluasi pembelajaran. Warga binaan mengikuti soal dengan serius dan tertib, sekaligus berlatih mengelola waktu, berkonsentrasi, serta menyelesaikan setiap pertanyaan secara mandiri.
Lebih dari sekadar latihan menghadapi ujian, kegiatan ini memperlihatkan bahwa proses pembinaan juga memberikan ruang bagi warga binaan untuk terus mengembangkan kemampuan intelektual. Pendidikan menjadi salah satu aktivitas yang dapat membantu warga binaan mempertahankan semangat belajar sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah masa pembinaan.
“Simulasi ini menjadi bagian dari upaya kami untuk memberikan ruang kepada warga binaan agar tetap dapat belajar dan mempersiapkan diri secara akademik. Kami berharap kesempatan pendidikan seperti ini dapat dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh karena pendidikan merupakan salah satu bekal penting ketika mereka nantinya kembali ke masyarakat,” ujar Plh. Kasubsi Yantah Rutan Pelaihari, M. Taufiq Saputra.
Pelaksanaan try out juga menjadi kesempatan untuk mengenali kesiapan peserta dalam mengikuti proses evaluasi pendidikan. Hasil dari kegiatan tersebut dapat menjadi gambaran bagi peserta dan penyelenggara pendidikan mengenai bagian-bagian yang masih perlu dipelajari dan diperkuat dalam proses pembelajaran berikutnya.
Program pendidikan kesetaraan yang mencakup Paket A, B, dan C merupakan bagian dari arah Pemasyarakatan dalam memberikan akses pendidikan kepada warga binaan. Kebijakan tersebut menempatkan pendidikan bukan hanya sebagai pemenuhan hak, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembinaan dan persiapan reintegrasi sosial.
Dari sebuah simulasi ujian di aula Rutan, tersimpan makna yang lebih besar tentang kesempatan kedua. Selama kemauan untuk belajar tetap tumbuh dan akses pendidikan terus dibuka, masa pembinaan dapat menjadi ruang untuk menambah pengetahuan, membangun kepercayaan diri, dan menyiapkan bekal yang lebih baik untuk melanjutkan kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.








